sajak rindu

kutulis sajak ini

kala rindu mulai meninggi

menyusup masuk lewat dinding pori-pori

melaju bersama deru aliran darah merah

bertahta dalam ruang hatiku

aku akan selalu merindumu

meski rahwana mengancamku

meski bumi siap menelanku

oh, sita dewiku

kutitipkan secawan anggur bernama rindu

pada sepoi yang berlalu,

pada awan yang melaju,

semoga sampai kepadamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: